Rabu, 12 Juni 2019

Toga kedua

Tulisan ini kutulis di bulan september 2018 tapi baru di publikasikan hari ini.

Alhamdulillahirabbil alamin satu kalimat yang aku lantunkan dari hati yang terdalam untuk pencapaian ku saat ini
Perjuangangan selama 2 tahun akhirnya berbuah manis

-ST.HARTINA, S.Pd, M.Pd-
Satu gelar memperindah dan menambah deret namaku yang sederhana.
Seorang anak petani bisa meraih gelar master, adalah prestasi dan kebanggaan bagi diriku dan juga keluargaku.
Segala puji  bagi Allah SWT atas segala Rahman dan rahimnya yang menuntun dan menguatkan hambaNya hingga sampai pada titik ini .
Terima kasih tak terhingga ku haturkan buat Ibundaku atas segala doanya, buat Kakandaku semuanya atas segala dukungannya, buat Kakakku Pak Udin atas dukungan finansialnya sehingga aku bisa menyelasaikan kuliahku dengan IPK yang cukup gemilang . 3, 94 (dengan pujian) yang menempatkan aku sebagai peringkat keenam IPK terbaik.
Terima kasih juga buat Pimpinan Bambini School, Ms. Diana dan juga kepsek Ms.Sasa yang telah mengizinkan aku untuk kuliah sambil tetepa mengais rezeki di sekolah tercinta TK Bambini School of Makassar. Tak lupa sahabatku Susi atas motivasi dan cambukkannya , Siti dan Nana atas kerjasamanya juga buat semua teman satu kelasku Non regular class tanpa mampu aku sebutkan satu persatu. Dari mereka aku belajar tentang keikhlasan, pengorbanan dan kerja keras.


08 08 18
Tanggal cantik ini menjadi hari bersejarahku di tahun ini. Salah satu resolusiku tahun ini akhirnya bisa tercapai. Menggapai titik ini bukannnlah hal yang mudah tapi juga bukan hal yang sulit. Ada banyak pengorbanan materi, waktu tenaga di balut dengan tawa dan tangis, namun izinNYa semua bisa terlewati dengan cerita yang indah .
Flash Back… miracle by miracle

2015 to 2016
Sempat terjadi pergolakan batin antara melanjutkan kuliah atau tidak karena berpikir tentang biaya yang tentu tidak sedikit, namun karena dorongna dari kawan Susi akhirnya tekadnya bulat juga untuk mendaftar namun dalam hati kecil sedikit ngeri karena memang dananya belum ada. Ditambah lagi aku terikat kontrak kerja yang tidak mengijinkan izin kulliat pada saat jam kerja.
Keajaiban 1 :
karena dananya yang kembang kempis, dan niatnya belum bulat. Allah menunda keinginan tersebut. Tanpa sepengetahuan saya dan empat sahabat saya, ternyata pendaftaran mahasiswa baru telah ditutup . Dalam hati kecil saya sedikit lega walaupun teman saya sedikit kecewa. Saya yakin semua pasti ada hikmahnya. Dan ternyata betul, karena pada saat itu belum terbuka kelas non regular (jumat-sabtu), jadi Allah menunda niat kami untuk melanjutkan di tahun itu. Artinya saya mesih diberi kesempatan untuk mengumpulkan dana buat persiapan tahun depan.

Tahun 2016 :  
Dari awal tahun saya membulatkan tekad untuk melanjutkan tahun ini. Saya telah siap dengan segala resikonya meskipun harus dikeluarkan dari tempat kerja karena terbengtur masalah hari kuliah yang bertabrakan dengan hari kerja. Saya telah memilih kuliah sebagai prioritas, dengan konsekuensi jika nantinya saya dikeluarkan dari tempat kerja, saya harus kerja keras , entah mengajar di tempat bimbel, les privat dsb untuk menutupi biaya kuliah saya nantinya.

Keajaiban 2 :
Teman seperjuangan 

Mei 2016 tahun ini pertama kalinya dibuka kelas non regular. Saya bersuka cita karena artinya saya masih bisa bekerja sambil kuliah di jumat sabtunya.
 Namun setelah penerimaan ternyata pendaftar kelas non regular Cuma saya berdua dengan susi. Tantangan beru kembali mengahadang, kelas non regular terancam tidak dibuka jika kuotanya tidak mencapai 15 orang. Teman saya sempat menyarankan untuk pindah dikelas regular saja, Namun saya dan susi tidak gentar. Susi sebagai pioneer berjuang mencari satu demi satu orang yang berniat pindah di kelas regular dan akhirnya terkumpul lah 14 orang pada kuliah perdana. Beberapa teman dari kelas lain pindah ke kelas kami.

Keajaiban 3
Kelas Bahasa Inggris Non Reguler 2016
Akhirnya cukuplah 23 orang yang merupakan kelas dengan siswa terbanyak diantar 7 kelas yang ada.
 Kelas non regular dikenal sebagai kelas elit karena pembayaran SPPnya paling mahal (6 juta) dan hanya diisi oleh orang-orang tangguh yang siap membagi waktu antara kuliah dengan kerja . Sebagai mahasswanya adalah kaum ibu-ibu dengan berbagai profesi dari guru PNS, guru honor, pegawai yang kesemuanya adalah wanita tanggung yang super sibuk antara mengurus keluarga sekaligus kuliah. Dan lucunya , cuma satu orang yang paling ganteng karena memang cuma satu laki-laki.
Kuliah pun berjalan , saya kembali dihadapkan pada masalah hari kuliah. Hari jumat saya masih harus mengajar disekolah, otomatis saya harus memilih antar pergi kuliah atau mengajar. Harus memilih antara dapat teguran dari bos atau dapat nilai yang buruk dari dosen karena jarang masuk

Keajaiban 4
Membagi waktu antara kuliah dan kerja 
Ketika saya dipersulit di sekolah, Allah mempermudah di kampus.
Alhmadulillah Allah memudahkan aku lewat teman-teman kuliahku.Mereka siap untuk menyesuaikan jadwal mengajarku dengan jadwal kuliah. Jadi pada hari jumat saya bisa mengajar dari pada sampai siang dan bisa kuliah pada sore harinya . Jadi antara kuliah dengan kerja bisa berjalan beriringan.  Masalah pengaturan jadwal kuliah inilah yang menjadi masalah klasik setiap awal semester dan Alhamdulillah sampai semester akhir jumlah absen saya disekolah bisa dihitung jari.Sesungguhnya di balik kesulitan ada kemudahan,Janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah, Allah tidak akan menberikan cobaan diluar batas kemampuan hambaNya, Maka nikmat tuhan yang manakah yang kamu dustakan, Selalu ada jalan. Kalimat-kalimat janji Allah ini menjadi pegangan pembakar semangatku hingga akhir studiku

Tahun 2017:
Teman-teman yang heboh dan dosen-dosen andalan
Memasuki tahun ini, saya ditempa untuk menjadi pribadi yang kuat, saya betul-betul diasah menjadi peribadi yang lebih baik. Saya belajar banyak hal ditahun ini. Antara kuliah, kerja , pribadi semuanya menuntut untuk di nomorsatukan. Terjadilah tumpang tindih antara pribadi, kerja dan kuliah. Disemester 1, 2, dan 3 bisa dibilang cukup menguras waktu, tenaga dan pikiran. Betul-betul menuntut kerja keras pantang menyerah untuk menyelasaikan tugas-tugas dan presentasi yang cukup menguras otak dan pikiran.  Kadang-kadang letih juga karena harus mengajar dari senin sampai jumat, sorenya mengajar privat kemudain malamnya diisi dengan kerja tugas kuliah. Jumat sabtunya fokus dengan kuliah dari pagi sampai sore.  Jadi bisa dibilang waktu istrirahatnya Cuma hari minggu, itupun diisi dengan kegiatan mencuci dan membersihkan kamar. Tidak ada waktu untuk berleha-leha, tidak ada waktu bersantai. Kadang-kadang iri juga melihat teman-teman yang bisa jalan-jalan mengamburkan uang, beli ini itu, namun aku harus bersabar karena uangnya harus ditabung untuk biaya kuliah, waktunya harus diisi dengan tugas kuliah/sekolah.

Tapi Alhamdulillah
Keajaiban 5 : Pelajaran demi pelajaran itu menyadarkanku untuk memperbaiki diri (cerita tersendiri)
Aku belajar menikmati setiap prosesnya dan berusaha untuk tidak mengeluh. Semuanya berjalan dengan cukup lancar dan ternyata tidaklah sesulit yang dibayangkan .

2018
Setelah seminar hasil
Inilah semester terakhir, semester 4. Aku fokus pada penyusunan tesis. Aku mengambil penelitian kualitatif (the teachers techniques in teaching English to young learner at TK Bambini School of Makassar). Penyusunan tesis ini cukup menguras waktu dan pikiran terutama bab 4 karena aku harus mengarang sendiri murni dari ide-ideku sendiri. Setelah melewati proses 5 bulan dari proposal menuju seminar hasil akhirnya tersusunlah sebuah tesis 200 halaman yang merupakan hasil karyaku selama berbulan-bulan. Tantangannya adalah ketika mencari dosen pembimbing  (mam Fatimah, pak kisman). Kedua pembimbingku cukup memudahkan. Namun kedua pengujiku (mam Muli dan prof. Murni) butuh kesabaran untuk bisa mendapatkan tanda tangannya. 
Seminar proposal pada tanggal 17 November 2017dan seminar hasil pada tanggal 3 Mei 2018 lalu akhirnya ujian tutup tanggal 25 Juli 2018. Rentang waktu antara ketiga seminar itu semuanya berjauhan. Yang paling menarik adalah mengejar tanda tangan dosen karena menghindari pembayaran SPP bulan agustus. Setiap seminar, selalu disibukkan dengan persiapan parcel yang menguras dompet.




Setelah ujian tutup

Pada saat ujian tutup adalah puncaknya. Pembayaran wisuda danbiaya ujian tutup yang bersamaan membuatku memutar otak untuk melunasi semuanya segera. 
Tanggal 25 Juli 2018, jam 02,00 Ujian tutupnya berlangsung cukup lancar lalu  besoknya aku yudisium . aku akhirnya resmi bergelar M.Pd.aku mendapat kado buku dari teman teman
Keajaiban 6 : Dengan segala kesulitannya aku menjadi mahasiswa terakhir yang mendaftar wisuda sesaat setelah ujian tutup.

2 minggu setelahnya aku sudah harus wisuda.
08.08.18
Inilah puncak dari perjuanganku. Hari ini aku di wisuda di menara pinisi. Beberapa hari sebelumnya aku sempat galau karena ibundaku tidak bisa hadir di acara wisudaku karena berada di Nunukan. Padahal aku ingin sekali beliau hadir melihat anaknya mengenakan toga kedua. Dengan berbagai  pertimbangan, aku pasrah jika wisudaku cukup dihadiri oleh ke 3 saudaraku.
Dengan seabrek persiapan, dari pakaian, make up, konsumsi dll semuanya terhitung secara mendetail. Kali ini aku paling suka dengan make upnya, cantik sekali. Acara wisuda, foto, ramah tamah berjalan cukup lancar. Sujud syukur aku persembahkan di sepertiga malam terakhirku.
Dengan berbagai suka dan duka akhirnya  perjuanganku sampai pada puncaknya.
Kami telah bergelar M.Pd.
 Ini bukanlah akhir dari perjalanan hidup, namun ini adalah awal menuju perjalanan berikutnya.  Aku lebih memilih mengatakan sebagai perjalanan karena manusia dihadirkan di muka bumi untuk suatu perjalanan menuju kehidupan abadi di akhirat kelak.





Suasana wisuda


Dengan teman s1


Akhirnya wisuda

Satu tiket telah berada ditanganku, ini adalah modal bagiku melangkah menggapai mimpi selanjutnya.hati kecilku berbisik, “
ini hanyalah gelar dunia, janganlah kamu terlena dan sombong  karenanya  sebab itu hanyalah titipan. Itu semua akan dipertanggung jawabkan kelak dihadapan Allah. Jadikanlah sebagai sarana untuk mencari pahala dan semakin mendekatkan diri kepadaNya. Syukurilah semuanya dengan bermanfaat terhadap sesama.
Ku camkansembari berdoa  dalam hati “ ya Allah Aku akan melanjutkan langkah untuk  menggapai mimpiku yang lain, untuk terus memperbaiki diri, untuk semakin mendekatkan diri kepadaMu. Aku harus lebih baik dari diriku yang dulu karena Mu “
Bismillahirrahmanirrahiim
Next mission :
1.       MARRIED
2.       LECTURER
3.       PNS
Ketiganya berjalan beriringan, semoga terkabul sesuai urutannya. Namun apapun itu, semuanya butuh semangat juang karena Allah untuk mewujudkannya .
Man Jadda wa jadda



Senyum bahagia




Tidak ada komentar:

Posting Komentar